Diskriminasi
merupakan suatu fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat. Hal ini bahkan
biasa dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat, karena kecenderungan manusia
untuk membeda-bedakan orang lain, dan menganggap bahwa golongan mereka jauh lebih
baik. Diskriminasi tersebut dipicu karena berbedanya suku, budaya, ras, agama,
politik, bahkan kondisi fisik, dll. Salah
satu faktor berkembangnya diskriminasi ras dan etnis, bahkan merendahkan orang
lain adalah penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Banyak di
sosial media yang mengolok-olok, mencaci-maki ras lain. Dan yang lebih lucu, orang-orang
berani menulis di kolom komentar menuliskan tentang bagaimana ia sangat berbeda
dengan orang lain, namun tetap menggunakan fake
account agar identitasnya terjaga dan tidak di bully baik orang lain. Contoh
diskriminasi paling besar adalah perbedaan sudut pandang antar orang kulit
putih dan orang kulit hitam. Orang kulit putih sering melakukan diskriminasi
terhadap orang kulit hitam karena jaman dahulu, orang berkulit hitam sering
menjadi budak. Para orang kulit putih menganggap, bahwa orang kulit hitam
berasal dari latar belakang yang kurang, dan lebih rendah derajatnya. Banyak sekali
kasus yang memberikan sasaran mereka terhadap orang kulit hitam seperti mereka
menangkap orang kulit hitam yang akan sekolah, menembak, dan lain sebagainya. Tak hanya ras dan etnis, bahkan
budaya dan agama menimbulkan diskriminasi yang besar pula. Seperti yang tengah
hangat beberapa bulan lalu yakni pernyataan Ahok tentang surat Al-Maidah. Bagaimana
seorang Ahok yang dari awal sudah tidak ada niat sedikitpun untuk menjatuhkan
Agama Islam, namun di sisi lain banyak masyarakat yang tersinggung dan
cenderung meminta pertanggungjawaban perkataan Ahok. Meski Ahok dituduh
melakukan penghinaan terhadap Agama, banyak pula masyarakat yang secara tidak
sadar melakukan diskriminasi. Banyak ujaran kebencian untuk Ahok dengan
kata-kata yang tidak pantas. Mereka menyebut-nyebut tentang ras Tiongkok bahkan
agama Kristen. Rupanya, para pelaku diskriminasi ini cenderung menunjukkan rasa
emosi dan simpati terhadap lingkup mereka yang dihina, namun juga lupa untuk
tetap menjaga lisan dan sikap agar tidak melakukan diskriminasi terhadap orang
lain. Mereka lupa atau bahkan mengabaikan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman pidana 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta. Diskriminasi sangat
berbahaya bagi bangsa yang plural seperti Indonesia. sebagai salah satu anak
bangsa, kita wajib peduli dengan sikap kemanusiaan dan mengutamakan keadilan. Selalu
hindari hal yang bisa memicu diskriminasi dan selalu menjunjung tinggi
toleransi. dan selalu ingat, semua manusia sama. yang berbeda adalah bagaimana kita melakukan orang lain.
MENGKONFIRMASI DAN DISKONFIRMASI IKLIM Martin Buber percaya bahwa kita sebagai manusia perlu akan adanya konfirmasi untuk menjadi sehat dan tumbuh. Maka kegunaan dari konfirmasi itu sendiri merasa dikenal dan divalidasi sebagai individu. Dalam wawasan Buber bahwa konfirmasi adalah fondasi penting untuk bermakna dan memiliki hubungan yang dekat. A. TINGKAT KONFIRMASI & DISKONFIRMASI Konfirmasi pengakuan dapat merasakan, berpikir, atau mengatakan. Nonverbal, kita mengakui orang lain dengan menganggukkan kepala kita atau dengan membuat kontak mata untuk menunjukkan kita mendengarkan, pengakuan lisan merupakan respon langsung ke komunikasi orang lain. Arti dari Diskonfirmasi itu sendiri tidak merupakan apa yang telah disepakatin antara kedua belah pihak antara perbedaan pendapat menjadi produktif dan sehat, dan mereka menyiratkan bahwa orang-orang yang cukup peduli satu sama lain untuk memperdebatkan. Level dari tingkat konfirmasi dan diskonfirmasi : a. ...
Komentar
Posting Komentar