Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Mampukah?

Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku pada pahitnya perlakuanku saat itu Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa mirisnya cinta kita yg tak pernah berbalas Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa bodohnya aku meninggalkanmu Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa bodohnya aku selama ini tak berani mengungkapkan isi hati Dan tiap kudengar denting piano, mengingatkanku tentangmu…… Aku tak pernah memiliki nyali untuk berkata iya atau tidak. Aku hanya memiliki ketidakpastian yang berbuah kepahitan. Rasanya ingin kuputar hari itu, saat aku tak memiliki nyali menerima cintamu Baru kusadari sekarang, aku masih menyayangimu. Tak pernah ku bayangkan bertahun-tahun pun tak cukup untuk menghapus bayangmu di benakku Bertahun-tahun pun rasanya baru sebentar saat kita bertemu, tersenyum, tertawa, bahkan saling berkata sayang Namun lagi2 karna kebodohanku, aku tak pernah bisa mengabulkan sendiri keinganku. Yaitu untuk bersama denganmu. ...

Rasaku Ini Bagaikan Mentari Terbit yang Tak Kenal Akan Senja, Tak Akan Tenggelam

Aku benar-benar telah jatuh cinta padamu. Sungguh, aku berani mengatakannya 1000 kali. Tutur katamu, parasmu, sikapmu buatku jatuh. Jatuh di dalam lembah yang teramat dalam. Hingga aku tak melihat setitikpun cahaya.Cintamu buatku buta.Hingga aku tak mengenal diriku sendiri. Dulu, aku hilang terbang dengan angin malam. Aku tak mengenal cinta.Tak ada yang membantuku sadar. Bahkan daun yang gugur sekalipun enggan melihatku. Aku hilang, rapuh, atau….. gila? Aku sendiri, sepi, dan sunyi. Hingga aku menemukanmu. Aku menemukanmu terpaku seorang diri menatap angin serta menyibakkan rambut indahmu. Aku melihat sebuat mata indah dibalik awan di ujung mentari. Aku mendengar suara halus itu perlahan menggenggam pundakku. Detik, menit, jam, hari itu aku benar-benar jatuh. Seketika aku jatuh dipelukanmu. Hari ini, aku hidup. Aku benar-benar mulai bisa bernafas. Aku tau arah sekarang. Aku mulai bisa merasakan hembusan nafasmu mulai memburu dan tepat berada di nadiku. Jangan pernah rubah situas...

Entah

Entah harus bagaimana lagi aku mengartikan perasaanku. Mengartikan perasaan yang begitu menggebu hingga memuncak tak dapat kukendalikan. Perasaan kacau kala aku tak melihat tatapan matamu. Perasaan hilang tanpa ada yang dapat menggantikannya.Entah harus bagaimana lagi aku menghapus semua sesal di dada. Rasa sesal kala itu. Kala aku masih bisa menyentuhmu, memelukmu namun aku harus meninggalkanmu dengan segala keegoisanku.   Entah harus bagaimana lagi aku menerima semua ini. Aku takkan pernah mengulang kenangan yang sama seperti dulu. Jikapun kau bisa kembali, takkan pernah ada rasa dan kasih sayang yang sama seperti dulu. Sungguh, aku sangat menyesalkan kenangan kita . Entah harus bagaimana lagi aku berdoa dalam kesunyianku. Kegelapan ini mengajarkanku untuk selalu berusaha. Berusaha kuat tanpa adanya dirimu disisiku lagi. Entah harus bagaimana lagi aku bertahan. Bertahan dalam tangisan yang begitu menusuk hati. Cemburu, marah, rindu ini begitu menggebu dan mendesak kala aku me...

Move On, Girls!

Hai cantik, buat apa kamu menangis? Menangisi seseorang yg sudah membuatmu kecewa? Untuk apa? Kamu cantik, kamu bisa dengan mudah mendapatkan seseorang yg benar2 bisa memperjuangkanmu. Cinta? Akutahu, seberapa besar cintamu untuknya. Tp cobalah kamu pikir sejenak, untuk apa kamu berlari mengejarnya, yg jelas2 dia sendiri mengejar org lain? Apakah itu tidak menyakitkan? Nyaman? Kau tahu, sebelum kamu mendapatkannya, kamu pun bisa nyaman dengan orang lain bukan? Mengapa kamu harus memperjuangkan zona nyamanmu hanya kepadanya? Memperjuangkan tak se-simpel itu. Aku juga perempuan, dan aku pernah merasakan itu. Dulu aku pun sempat berkaca, kurang apakah aku? Kurang cantik? Sexy? Pintar? Atau aku bawel? Sempat aku berfikir bahwa dia hanya bermain sebentar, lalu pulang ke pelukanku. Tp setelah penantian sia-sia itu, kini aku sadar. Sempat aku depresi berat, menangisinya tiap hari, menyalahkan diri sendiri, bahkan tak mau melakukan apapun kecuali mendapatkannya kembali. Nam...

Kepada kalian yang sedang berjuang untuk meninggalkannya

Kepada kalian yang sedang berjuang untuk meninggalkannya...... Hai, berdirilah! Ambil kaca, tatap mata kalian dalam-dalam. Perhatikan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki kalian. Kalian diciptakan Tuhan dengan penuh rasa kasih sayang. Kalian terlahir cantik fisik dan cantik dari hatinya. Hati kalian lembut, kalian adalah ciptaan Tuhan yang bahkan membuatnya pun lama dan hati2.kalian tau kenapa? Karena kalian mulia, kalian anugerah. Jadi, mengapa kalian menangis? Tak apa bila kalian hanya menangis untuk beberapa saat. Bahkan aku sangat menyarankan bila kalian lelah, menangislah. Jangan pendam. Tapi ingat, menangis ada batasannya. Dan mau dibohongi ada pula batasannya. Lelaki memang panutan kita, lelaki memang lebih berkuasa daripada wanita. Tapi itu bukan alasan, kita bisa terpuruk jatuh dan tenggelam hanya demi seorang lelaki. Kita memang selalu menggunakan perasaan, namun bukan berarti kita harus rapuh. Kita memang diciptakan memiliki perasaan yang lembut, namun bukan berart...

Cinta Dalam Diam

Pernah enggak, kalian suka sama orang tapi menurut kalian buat dapetin dia itu Cuma imajinasi? Seakan nggak mungkin buat diraih. Bahkan kalau dikata kagum sih lebih, sayang? Iya tepatnya itu. Tapi orang itu sendiri gak tau dan gak akan pernah bisa dijangkau. Bahkan sekedar lihat wajahnya di foto, senyumnya aja udah bikin deg-degan apalagi ketemu, bahkan kalau ngobrol seakan dunia berhenti berputar dan kalian cuma bisa diam terpaku. Sebenernya buka rasa suka yang berharap untuk jadi kekasih, jauh banget itu mah. Tapi kenapa lihat dia suka sama cewek lain aku ngerasa sakit hati ya? gak rela aja lihat senyumannya dia, dan apapun yang dilakuin semata-mata buat cewek itu. Dan kita yang tertinggal jauh di belakang Cuma bisa lihat. Cinta dalam diam itu asik, kita bisa ngelakuin tulus buat orang itu tanpa mereka ada rasa “gak enak” sama kita. Seakan lihat dia seneng aja kita ikutan seneng hahaha. Cinta itu emang susah ditebak, kita gak tau kapan kita harus seneng, kapan kita harus sakit ha...

Ngomongin Soal Cinta Pertama...

              Kalian inget nggak sih, sama cinta pertama kalian guys? Siapa? Kapan pertama bertemu? Mungkin sebagian orang melupakan cinta pertama mereka, namun sebagian orang justru menyimpan rapat-rapat kenangan yang mungkin takkan ia lupakan seumur hidupnya. Atau bahkan, banyak yang justru berjodoh dengan cinta pertama mereka. Dan aku termasuk orang yang punya sedikit kenangan dengan cinta pertama. Walau enggak berujung jadian, tapi seenggaknya aku pernah nemenin dia 2 tahun dan bisa dibilang “hubungan tanpa status” sama dia. Sebenernya aku termasuk tipe orang yang sedikit cuek sama cowok, tapi aku emang punya beberapa kriteria atau bisa dibilang tipe idaman yang hampir 70% ada di cinta pertama. Dan mungkin karena banyak kriteriaku ada di dia, jadi walaupun sekarang udah gak ada hubungan apa-apa jadi masih aku simpen jadi kenangan kali ya. Ngomongin soal cinta pertama sih aku udah gak ada baper sama sekali ya, cuman k...