Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Angin, Jangan Kenalkan Aku Pada Ilusi

Aku pernah hilang dan ditemukan olehmu; seseorang yang bahkan tak pernah terpikirkan sedikitpun olehku. Kamu; adalah kata yang paling menenangkan untukku kala itu. Seolah aku bisa kembali bernafas dengan segala lelahku yang tak berujung. Dan saat itu, lelahku bermetamorfosis menjadi kupu-kupu ditemani petikan harmoni kecil menenangkan hati. Namun kini, aku tersadar. Aku takut, kamu adalah abu atau bahkan hanyalah ilusi yang kubuat. Karna kini, aku mulai merasakannya. Sungguh, aku takut untuk lelah kembali. Dengan segala keraguan hati, aku mulai bertanya di dalam hatiku "apakah seorang shinta di hati rama adalah nyata? Ataukah romeo hanyalah ilusi yang dibuat juliet?" Andai angin bisa menjawab segala rasa gundahku, aku ingin berbisik "Angin, jangan kenalkan aku pada ilusi"

Jangan Goreskan Luka Kembali

Aku berlari menggapai angan semu.. Menghitung hari demi hari tanpa kehadiranmu di sisiku.. Merahasiakan hati yang telah rapuh.. Antara sekarat atau sengsara.. Aku hanya lampion kecil tak bercahaya.. Terbuang sia-sia tanpa ada kamu yang menerangiku.. Pergilah kasih, pergi saja.. Biarkan aku terluka disini.. Biarkan aku lemas tak berdaya termakan kelamnya dunia.. Aku tak bisa memaksakan ego ku.. Yang kau cintai dia, bukan aku.. Aku hanya bisa berharap kau sadar apa yang kaulakukan.. Biarkan cinta kita hilang ditelan bumi.. Biarkan sayatan darah ini mengalir deras.. Biar kau tahu, rasanya sakit ini.. Kau buang aku! Kau campakkan aku! Kau sakiti aku! Kau bunuh aku! Kau tikam aku! Kau lakukan itu agar kau bisa bersamanya Pergilah, biarkan pedang ini masih menancapku Biar aku yang merasakannya Rasa yang tak pernah kuharapkan sebelumnya. Ku harap dia tak pernah melakukan apa yang kaulakukan padaku.. Kumohon Tuhan, hilangkanlah ingatanku dalam ...

Bila Aku

Karya Jihan Pasha Bila aku berjalan anggun menyusuri hari itu di depanmu, Apakah kau akan berbalik melihatku? Bila aku pandai memainkan rambut dan menari dengan angin, Apakah kau mengajakku berdansa? Bila aku dapat berjalan jijit memakai perona wajah, Apakah kau akan tersenyum memandangku? Bila aku adalah kata lain sempurna, Apakah kau bisa bertanya kabarku? Dan... Bila aku adalah dia, Apakah kau tetap menjadi milikku? Aku ingin merasakan hembusan angin yang keras Aku ingin terhempas jauh, jauh meninggalkanmu Sesekali tersenyum meninggalkan semua beban, yaitu kamu Ya, kamu adalah bebanku. Aku tau, aku bukan dia Sempurna. Ya, kau hanya mengharapkannya Mengharapkan sosok sempurna yang pandai menari dan memakai rona wajah Aku? Haha. Bisakah kalian deskripsikan aku dimatanya? Bisakah kalian deskripsikan sampah? Ya, itu aku Aku tak pernah berharap tanganmu bisa merangkulku Aku tak pernah berharap sayap-sayapku bisa terbang bersamamu Aku tak pernah berharap aku bisa...

Cinta Tapi Beda

Kita sedang melangkah, kita sedang bersama berpijak dalam satu cinta Tapi kita tidak berada dalam satu tujuan Kita memang ingin bersama Namun takdir tidak ingin kebersamaan itu Kadang aku merasa hidup tak adil Mengapa banyak orang diluar sana yg dapat saling mencintai dengan cara yg sempurna tanpa adanya perbedaan? Sedangkan kita selalu ada penghalang Penghalang yang begitu jelas kurasakan Cinta kita memang tulus, murni, suci Namun apalah arti cinta tanpa keyakinan yg sama? Dan kita takkan pernah bisa menemukan keyakinan yg sama Aku lebih mencintai Tuhanku. Begitu pula dengan kau dan Tuhanmu Sungguh, aku begitu takut. Takut untuk tak bisa memelukmu lagi serta mencintaimu dengan sempurna. Aku selalu berharap, kita dapat bersama selamanya. Namun aku tahu, Akhirat lah kehidupan abadiku kelak. Aku tak ingin mendustai Allah. Aku begitu mencintai Allah, Tuhanku. Maaf sayang, saat ini kita hanya berada dalam dua pilihan. Kau mengikutiku, atau kita cukup s...

Pudar

Karya Jihan Pasha Ya, aku memudar. Atau mungkin sudah menghilang? Entahlah... Yang aku tahu, aku mulai tak bermakna. Tak kurasakan lagi tiap inci jalan yang kutapaki. Tak kunikmati lagi tiap nafas dalam diriku. Yang kulihat setiap hari adalah malam. Gelap. Sendiri. Kedinginan. Tak ada yang bisa menemaniku, Dan mengganti malamku menjadi siang. Kecuali kamu. Apa kabar kekasih? Apa kau baik2 tanpa aku? Di sini aku tersiksa. Tersiksa karena tak adanya ragamu. Raga yg selalu mendekapku dengan lembut. Tak pernah kubayangkan tanpa hadirmu di sini, aku menjadi seperti ini. Setengah gila? Mungkin itu cukup menggambarkan Aku merindukanmu.. Tanpamu Aku pudar

Tempurung Dalam Sunyi

Karya Jihan Pasha Sayatan tinta tak pudar dari kertas ini Sayatan penuh cinta Penuh hidup Dan penuh karya             Kertas buram telah menjadi saksi             Apa jerih payahku             Apa keinginanku Andaikan aku dia Anak seorang guru Atau dia Seorang artis Ataukan mungkin dia Seorang anak pengusaha             Mereka beruntung             Selalu mendapatkan yang mereka inginkan             Selalu mengikuti lomba             Selalu dielu-elukan guru-guru Memang, aku tak seterkenal mereka Aku tak semandiri mereka Tapi aku punya bakat Aku punya hati Dan a...

Jahitan Katulistiwa

Karya Jihan Pasha Kuambil sebuah album kenangan Album di mana keadilan terkuak Makna tersirat terpaut jauh Berpacu waktu Berpacu kehidupan             Tantangan hidup terus bergilir             Berpuluh-puluh tahun lalu             Tinta merah terus bercucuran             Dan tangis terus meledak Aku berada di sebuah tempat menyakitkan Berada di antara dua dimensi Aku tahu, dan aku sadar Aku bukan satu-satunya orang terasing Tapi aku satu-satunya Orang yang ditindas             Aku tahu, ini belum berakhir             Karangan tak bertema mulai menyeruak             Melih...

Sayatan Kebahagiaan

                             Karya Jihan Pasha Lelehan tangis makna mulai turun Bercampur, antara kesedihan atau kebahagiaan Akan kutimang seorang bidadari Titipan Tuhan yang membuatku bimbang           Merangkai kata kuhaturkan kepada malaikat           Menembus awan, menabrak karang           Kujejali sampah pada masa depanku           Seperti itulah hidupku Hidup yang tak pernah adil Tak pernah berpihak kepadaku Suatu anugrah yang merupakan kepiluan Yang tak akan ku cerna semua ini           Kuakui, aku hanya pemulung termuda di desa           Aku ha...

Sendu Sendiri

Karya Jihan Pasha Terseok-seok kudaki jalan ini Terhujam beribu pertanyaan Terhimpun setiap inci hidupku Mencari jawaban pada sang mentari             Tak kukuasai diri ini             Tak kubiarkan diri ini di bawah injakan kaki             Namun, apa dayaku ?             Diri ini hanya semut kecil tak berdaya Jika boleh aku meminta kepada Tuhan Tolong Tuhan, lahirkan aku Pada orang tua yang baik Keluarga yang menyayangiku Lingkungan yang menyertaiku Dan setiap hari tak ada tangis didiri ini             Kupandangi wajah mereka             Berhidung pesek, bermata bulat dan berkulit sawo matang     ...

Seruan Luka

      Karya : Jihan Pasha Aku hanyalah seonggok kayu rapuh Bersandar tak berdaya di tumpukan jerami Bagiku, hidup tak pernah adil Semua hanya sampah Seperti kata orang             Apa arti hidup   ?             Aku tak mengenal arti kasih sayang             Aku tak mengenal   arti keluarga             Aku tak mengenal kebahagiaan             Yang kukenal hanya jalan berdebu             Raut kepiluan             Raut kesedihan Apa itu keluarga ? Apa itu asi ? Apa itu sekolah ? Sejak lahir pun aku telah berada di tempat sampah Mungkin pula...

Tanda Tanya Sutra

                   Karya : Jihan Pasha Sebuah wahana kesunyian mencekam Mencekik dan menampar Apa yang dilihatnya Tak ada satupun orang Yang selamat dari pandangannya           Umpatan itu seakan menggema           Mencekik tiap orang yang dilewatinya           Merambat ke seluruh tubuh           Bergumam dengan kapak di lengannya “Ampuun ! Jangan bunuh saya !” Berapa juta suara itu Terendam di dalam bak kebencian Tangis darah, tak lagi dihiraukannya Gelondongan kepala Tontonannya sehari-hari Kepiawaiannya membunuh orang Sangat elegan Tatapan matanya, tertuju pada cahaya Cahaya bersorban berjenggot lebat Menggeleng-gelengkan kepala Dengan kewibaannya     ...

Aku Masih Punya Mimpi

Karya Jihan Pasha Aku pernah punya mimpi Suatu saat bisa berlari menyusuri desiran ombak menikmati suasana sore Aku punya mimpi Bersendau gurau tanpa beban melihat impian masing-masing Aku punya mimpi Tetap bergandeng tangan menceritakan hari tua kita Namun aku tau ini semua hanya mimpiku Entah berapa ratus kali aku harus menerima kenyataan ini Semua. Hanya. Mimpi. Jika aku memilliki hati yang tulus, Akankah sang fajar ikut memihakku? Ataukah.. Jika hatiku ada sedikit rasa kebencian dan iri, Akankah sang pelangi ikut menjauhiku? Tuhan mengajariku arti cinta Dan Tuhan mengajariku untuk cinta kepada semua umatnya. Aku salah, sangat salah. Aku hanya mencintai sedikit orang. Keluarga, kekasih, dan..... sahabat. Entah bagaimana aku harus meninggalkan semua duniaku. Dunia yang bahkan selalu membuatku tak pernah beranjak pergi. Apabila aku memiliki keberanian, izinkan aku berteriak sekali saja. Tolong jangan berubah! Tetaplah di sini, di sampingk...