Langsung ke konten utama

Mampukah?


Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku pada pahitnya perlakuanku saat itu
Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa mirisnya cinta kita yg tak pernah berbalas
Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa bodohnya aku meninggalkanmu
Tiap kudengar denting piano, mengingatkanku betapa bodohnya aku selama ini tak berani mengungkapkan isi hati
Dan tiap kudengar denting piano, mengingatkanku tentangmu……
Aku tak pernah memiliki nyali untuk berkata iya atau tidak. Aku hanya memiliki ketidakpastian yang berbuah kepahitan.
Rasanya ingin kuputar hari itu, saat aku tak memiliki nyali menerima cintamu
Baru kusadari sekarang, aku masih menyayangimu.
Tak pernah ku bayangkan bertahun-tahun pun tak cukup untuk menghapus bayangmu di benakku
Bertahun-tahun pun rasanya baru sebentar saat kita bertemu, tersenyum, tertawa, bahkan saling berkata sayang
Namun lagi2 karna kebodohanku, aku tak pernah bisa mengabulkan sendiri keinganku. Yaitu untuk bersama denganmu.
Aku slalu berharap setidaknya bertemu lagi denganmu, walau aku tau kita takkan pernah bersatu.
Cintamu saat itu dengan skrg sangatlah berbeda, ya karna aku lagi yg membuat semuanya begini.
Namun cinta selalu mempertemukan dengan orang yg tepat, cinta selalu mempertemukan rindu.
Badanku dingin, kringatku mengucur deras, bak badan tertutup salju sulit untuk bergerak kala aku melihatmu saat itu.
Miris, dulu yg begitu ceria, tersenyum, saling memandang, kini kita hanya lewat tanpa melihat mata satu dengan yg lain. Sebegitu dinginnya kah kita?
Aku tak pernah ada niat untuk kembali merajut semua seperti dulu.
Aku hanya ingin, kembali merajut persahabatan. Setidaknya, aku tak pernah benar2 merasa kehilangan dirimu. Aku tak pernah benar2 merasa kau membenciku.
Aku hanya ingin bersamamu, bersamamu untuk waktu yg lama tanpa ada yg melukai perasaan.
Mampukah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayatan Kebahagiaan

                             Karya Jihan Pasha Lelehan tangis makna mulai turun Bercampur, antara kesedihan atau kebahagiaan Akan kutimang seorang bidadari Titipan Tuhan yang membuatku bimbang           Merangkai kata kuhaturkan kepada malaikat           Menembus awan, menabrak karang           Kujejali sampah pada masa depanku           Seperti itulah hidupku Hidup yang tak pernah adil Tak pernah berpihak kepadaku Suatu anugrah yang merupakan kepiluan Yang tak akan ku cerna semua ini           Kuakui, aku hanya pemulung termuda di desa           Aku ha...

IKLIM KOMUNIKASI: DASAR DARI HUBUNGAN PRIBADI (2)

MENGKONFIRMASI DAN DISKONFIRMASI IKLIM Martin Buber percaya bahwa kita sebagai manusia perlu akan adanya konfirmasi untuk menjadi sehat dan tumbuh. Maka kegunaan dari konfirmasi itu sendiri merasa dikenal dan divalidasi sebagai individu. Dalam wawasan Buber bahwa konfirmasi adalah fondasi penting untuk bermakna dan memiliki hubungan yang dekat. A.    TINGKAT KONFIRMASI & DISKONFIRMASI Konfirmasi pengakuan dapat merasakan, berpikir, atau mengatakan. Nonverbal, kita mengakui orang lain dengan menganggukkan kepala kita atau dengan membuat kontak mata untuk menunjukkan kita mendengarkan, pengakuan lisan merupakan respon langsung ke komunikasi orang lain. Arti dari Diskonfirmasi itu sendiri tidak merupakan apa yang telah disepakatin antara kedua belah pihak antara perbedaan pendapat menjadi produktif dan sehat, dan mereka menyiratkan bahwa orang-orang yang cukup peduli satu sama lain untuk memperdebatkan. Level dari tingkat konfirmasi dan diskonfirmasi : a.  ...

IKLIM KOMUNIKASI: DASAR DARI HUBUNGAN PRIBADI (1)

Iklim komunikasi adalah perasaan keseluruhan atau suasana hati emosional diantara orang-orang, yang meliputi hangat atau dingin, aman atau cemas, menerima atau menolak, terbuka atau dijaga, hal tersebut terbentuk oleh interaksi verbal dan nonverbal antara orang-orang.   Ada empat faktor yang sangat penting untuk membangun dan mempertahankan hubungan memuaskan adalah: investasi, komitmen, kepercayaan, dan kenyamanan dengan dialektika relasional. A.    INVESTASI Investasi adalah apa yang kita masukkan ke dalam hubungan yang tidak bisa kita kembalikan jika hubungan itu akan berakhir. Dalam berinvestasi, maka yang kita harapkan adalah sebuah keutungan. Untuk menuai keuntungan, kita harus tetap menjaga hubungan tersebut. Untuk saling menguntungkan, dibutuhkan investasi yang setara. Kita dapat memberikan investasi untuk pasangan kita dan mendapatkan balasan untuk tercipta hubungan yang saling menguntungkan B.    KOMITMEN Komitmen adalah keputusan u...